Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 September 2013

Mayoritas Ortu di AS Awasi Aktivitas Anak di Facebook



SEBUAH survei yang dilakukan oleh Annenberg Centre for the Digital Future di University of Southern California menunjukkan 70 persen orang tua di Amerika Serikat mengawasi akun Facebook milik anak-anak mereka. Dari penelitian itu diketahui bahwa orang tua berada dalam posisi dilematis, antara percaya sepenuhnya anak-anak mereka menggunakan media sosial, atau tetap mengawasinya secara ketat.
"Sebenarnya, ini merupakan suatu dilema bagi setiap orangtua untuk mengetahui kapan harus mempercayai anak-anak mereka terkait dengan koneksi jaringan sosial yang mereka miliki," kata Jeffrey Cole, Direktur Annenberg Center seperti dilansir laman news.com.au, Senin (9/9).
Sedangkan 30 persen responden mengatakan bahwa mereka membiarkan anak-anak mereka mengelola sendiri kegiatan di media sosial mereka. Pertimbangannya, karena mengawasi akun Facebook milik anak mereka akan menunjukkan kurangnya kepercayaan.
Sementara 9 persen dari orang tua yang mengizinkan anak-anaknya menggunakan Facebook, mengaku tidak tahu cara menggunakan media sosial. Di samping itu, ada 7 persen orang tua yang mengaku tak punya waktu untuk urusan seperti itu.
Temuan ini merupakan bagian dari program Digital Future Project, suatu studi yang meneliti hubungan antara perilaku pengguna internet dan non-pengguna internet. Dalam lima tahun terakhir ini teknologi berkembang begitu pesat yang tidak pernah ditemui pada generasi sebelumnya.
"Bagaimana orang tua menghadapi anak-anak mereka menggunakan media sosial seperti Facebook hanya mewakili satu aspek dari masalah ini," kata Cole lebih lanjut.

Hacker Suriah Retas Media Terkemuka AS



NEWYORK - Pendukung Presiden Suriah Basyar Al-assad yang memiliki kemampuan cyber meretas beberapa situs media Amerika. Para peretas (hacker) yang tergabung dalam Syrian Electronic Army (SEA), mengalihkan pembaca berita tertentu ke laman SEA yang dikenal sebagai kelompok pendukung rezim  Bashar al-Assad.
Laman media yang dihajar hackrer Suriah adalah Washington Post, CNN dan majalah Time. Menurut allvoices.com (15/8), tiga media berita utama di Amerika Serikat telah mengonfirmasi aksi peretasan oleh para pendukung Bashar al-Assad.
Atas aksi itu, ketiga media ternama AS itu menyatakan telah melakukan tindakan pertahanan dan menghapus modul yang membuat laman mereka dialihkan. Tentara Elektronik Suriah pun mengakui serangan itu dalam akun mereka di Twitter.
Media yang diretas dan kelompok yang mengaku melakukan peretasan itu mengatakan akses pada situs-situs itu didapat dengan meretas layanan rekomendasi bernama Outbrian, yang bekerja erat dengan organisasi-organisasi berita.

Google Diminta Hapus 100 Juta Link



CALIFORNIA - Google diminta menghapus lebih dari 100 juta link atas halaman web yang dianggap melanggar Undang-undang Hak Cipta.
Permintaan dari berbagai pihak ini sudah diajukan sejak Januari 2013. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan seluruh laporan selama 2012. Hal ini sekaligus sinyal bahwa para penerbit dan pemegang hak cipta sedang meningkatkan pertempuran mereka melawan pembajakan internet.
Jika permintaan ini dituruti Google, semua materi bajakan akan sulit diakses secara online. Namun, permintaan ini mengundang reaksi karena dinilai pendekatan yang salah.
"Segera setelah satu halaman dihapus, halaman lainnya muncul di tempat serupa," kata Mark Mulligan, seorang analis teknologi di Midia Consulting, seperti dilansir BBC (29/7).
"Hal ini karena file sharing telah menjadi sangat terdesentralisasi sehingga server pusat tidak dapat mematikan semuanya," lanjutnya.
Sementara itu, editor file sharing Torrentfreak.com, Ernesto van der Sar, menyatakan adanya peningkatan permintaan itu menempatkan tekanan pada Google untuk berbuat lebih banyak guna mengatasi pembajakan.
Permintaan penghapusan hasil pencarian link bajakan terutama didasari oleh Digital Millennium Copyright Act (DMCA) dan hukum hak cipta lainnya yang dibuat oleh pihak ketiga, atau pelaporan organisasi, atas nama pemegang hak cipta.
Google mulai menerbitkan semua permintaan tersebut dalam Laporan Transparansi pada tahun 2012 dan sejak itu jumlah tersebut telah meningkat tajam. Pada sebulan terakhir Google menerima permintaan hampir 14 juta link dari hasil pencarian, yang berkaitan dengan 3.200 pemilik hak cipta.
Google screengrab menerbitkan semua permintaan penghapusan hak cipta secara online. Website domain terkait penghapusan ini termasuk nyaris semua situs berbagi person to person seperti Fenopy.eu, extratorrent.com, torrenthound.com, filestube.com dan bittorrent.com.

Yahoo Akhirnya Kalahkan Google



SUNNYVALE- Para pengakses internet di Amerika Serikat kembali menempatkan Yahoo sebagai mesin pencari favorit mereka. Mengacu ranking yang dikeluarkan comScore, Yahoo diakses oleh hampir 197 juta pengguna internet, sementara rival terbesarnya Google hanya digunakan 192 juta. Patut dicatat, anomali ini hanya terjadi pada Juli 2013.
Terakhir, ranking teratas situs yang banyak diakses didapat Yahoo pada Mei 2011, atau lebih dua tahun lalu. comScore menilai, keberhasilan Yahoo tersebut tak lepas dari tangan dingin bos baru mereka, Marissa Mayer. Uniknya, sebelum direkrut Yahoo, Marissa tercatat sebagai salah satu eksekutif sekaligus juru bicara Google.
Marissa dinilai berhasil membuat banyak perubahan hingga pengguna lebih tertarik menggunakan Yahoo dibanding Google. Terobosan yang dilakukan jebolan Stanford University berumur 38 tahun itu, mulai dari merombak tampilan utama Yahoo, mengubah perwajahan e-mail, termasuk pula mengatur kembali layanan cuaca.
Rating teratas ini, menurut comScore, belum termasuk jejaring sosial Tumblr yang baru saja diakuisisi Yahoo senilai USD 1,1 miliar (hampir Rp 11 triliun) pada Mei 2013. Sebelum pindah kepemilikan, jumlah pengakses Tumblr mencapai 38 juta, atau ranking 28 situs terpopuler.
"Ranking terbaru ini kemungkinan besar akan menaikan harga saham Yahoo," kata Ed Barton, salah satu direktur comScore, seperti dikutip dari Guardian, Jumat (23/8).
Guardian meragukan validitas ranking comScore sebab tak memasukan jumlah pengakses Google lewat perangkat bergerak yang angkanya dipastikan sangat signifikan.

Skype Kembangkan Televideo 3D



CALIFORNIA - Layanan video teleconference Skype, dikabarkan tengah mengembangkan panggilan video dengan format 3D. Hal ini diungkap seorang eksekutif senior Skype saat merayakan 10 tahun layanan panggilan video tersebut.
Sebelumnya spekulasi terkait kemungkinan teknologi 3D dalam panggilan video mengemuka saat Skype menayangkan sebuah iklan April lalu yang mengatakan tengah mencari cara untuk menciptakan "tubuh ganda" bagi para pekerja yang tidak bisa datang pada rapat.
"Kami telah bekerja di laboratorium untuk mencari kapabilitas layar dan piranti penangkap 3D," kata Wakil Presiden Korporat Microsoft, Mark Gillett seperti dilansir Independent (29/8).
Namun, Gillett mengatakan untuk televideo 3D ini masih perlu lebih lama lagi sebelum teknologi ini bisa diluncurkan.
"Piranti penangkap teknologi 3D saat ini belum ada. Di saat kami mengembangkan teknologi semacam itu, perlu penambahan banyak kamera, mengkalibrasinya dengan tepat dan mengarahkannya dengan sudut yang pas," lanjutnya.
Keputusan Skype untuk mendukung teknologi 3D diperkirakan bisa meningkatkan lagi pembuat perangkat formatnya karena saat ini sejumlah perusahaan menunjukkan keengganan menggunakannya.
"Kami telah membuat banyak kemajuan di layar dan banyak orang sekarang yang membeli TV dan monitor komputer yang mampu mengantarkan gambar 3D," sambungnya.
Divisi ESPN Disney baru-baru ini mengumumkan penghentian saluran 3D mereka dan BBC juga akan mengakhiri eksperimen dua tahun format ini setelah perayaan 50 tahun tayangan Doctor Who pada November mendatang.
Sementara James Cameron, sutradara di belakang kesuksesan film 3D, Avatar, mengatakan teknologi 3D tak terelakkan bagi semua konten hiburan yang pada akhirnya akan dibuat format 3D saat kaca mata khusus tidak lagi dibutuhkan. "Karena begitulah kita melihat dunia," ujarnya.
Gillett mengaku setuju dengan Cameron, tetapi dia mengingatkan percakapan video dalam format 3D masih akan lama. "Saya bisa membayangkan di hari saat Anda memiliki layar telepon seluler 3D yang tidak membutuhkan lagi kaca mata 3D," katanya.